Sentil Para Buzer, Rocky Gerung: Apakah Ini yang Disebut Sebagai Revolusi Mental?

Rocky Gerung
Rocky Gerung (Net)

KLIKPOSITIF - Hari Raya Idul Fitri kali ini Rocky Gerung sentil para buzer. Menurutnya, mereka (Buzer) sangat fanatik terhadap kekuasaan, hal itu menyebabkan dua belah pihak terpecah belah persatuan .

Rocky Gerung sebut buzer fanatik kekuasaan itu dilontarkan dalam video berjudul 'Lebaranok' yang ditayangkan oleh Rocky Gerung Official pada Kamis, 13 Mei 2021.

baca juga: Ibadah Haji Tahun Ini Batal, Pemerintah Fokus untuk Haji Tahun Depan

Awalnya, Hersubeno Arief sebagai pewawancara menyampaikan harapan bahwa suasana Idul Fitrih ini dapat membawa suasana kebaikan.

Hersubeno menilai bahwa di lebaran ke dua dalam situasi pandemi ini, Indonesia menghadapi tekanan yang luar biasa, baik dari segi ekonomi, sosial, dan politik.

baca juga: Anggota DPR RI Hermanto Salurkan Bantuan Pemerintah Bagi 58 Kelompok Tani Dan 200 KK Di Solsel

Rocky Gerung lalu menimpali, memamg selalu ada harapan bahwa bangsa dapat dieratkan kembali.

"Tetapi kita juga musti lihat fakta kerasnya bahwa ini buzzer, para fanatik kekuasaan itu terus mengucapkan hal-hal yang memecah belah, gitu," katanya.

baca juga: Seleksi Tahap Kedua, Bima Sakti Uji Kemampuan 40 Pemain Untuk Timnas U-16

Rocky memberi contoh bahwa ketika Tengku Zulkarnain yang seorang ulama wafat, sebagian buzzer justru seolah-olah bergembira bahkan mengeluarkan kalimat-kalimat hinaan.

"Saya bertantanya dalam dua hari ini, apakah ini yang disebut sebagai revolusi mental? Apakah ini yang pernah dijanjikan oleh Presiden Jokowi untuk mengumpulkan rasa kewarganegaraan kita?" kata Rocky Gerung .

baca juga: Buka Pesta Kesenian Bali, Jokowi Bicara Kunci Utama Pemulihan Ekonomi

"Jadi, seolah-olah bagian yang paling dasar dari bangsa ini yaitu persatuan Indonesia, persatuan berbasis kesetaraan di dalam wilayah muamalah itu dilupakan untuk dihimpun," tambahnya.

Rocky melanjutkan bahwa kekuasaan cenderung lebih mengontrol aspek-aspek politik ketimbang mengeratkan aspek-aspek sosial.

Rocky juga menyinggung, ia menerima kenyataan bahwa pandemi Covid-19 memporak-porakdakan kenikmatan dalam berwarganegara karena adanya keharusan social distancing.

"Tetapi, di belakang itu, moral kita justru menjadi keropos karena kekuasaan terus arogan. Tidak ada tanda-tanda bahwa kekuasaan ini mau memulihkan kembali keakraban bangsa ini yang pernah kita miliki bahkan jauh sebeluk Indonesia merdeka," tandasnya.

Sumber: Suara.com

Editor: Eko Fajri