InaRISK yang Dikembangkan BNPB Berpotensi Untuk Diintegrasikan dengan Sistem Informasi Pemantauan dan Pengamanan Maritim

Tim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) berkunjung ke ruang Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops)
Tim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) berkunjung ke ruang Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) (BNPB)

KLIKPOSITIF - InaRISK yang dikembangkan BNPB berpotensi untuk mendukung sistem informasi pemantauan dan pengamanan wilayah maritim. Integrasi sistem informasi masih terus dibahas antara BNPB dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).

Direktur Sistem BNPB Udrekh menyampaikan, strategi pengembangan inaRISK dapat memberikan banyak manfaat, khususnya pada konteks perlindungan masyarakat.

baca juga: Ekspor Industri Pengolahan Tembus USD 111 Miliar

InaRISK memiliki beberapa fitur terkait kebencanaan yang telah digunakan secara luas oleh masyarakat. InaRISK utamanya dapat membangun kesiapsiagaan masyarakat untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang ada di sekitar.

"InaRISK sangat terbuka untuk integrasi dengan berbagai kepentingan, tentunya rencana kerja sama ini sangat strategis dan dapat memberikan manfaat lebih bagi perlindungan masyarakat sekaligus pengembangan investasi kedepan," ucap Udrekh di BNPB , Jakarta.

baca juga: Masih Rendah, Capaian Vaksinasi Lansia Kota Padang Baru Belasan Persen

Pada kesempatan yang sama, Pelaksa Tugas Asisten Deputi Keamanan dan Ketahanan Maritim Kemenko Marves Helyus Komar mengatakan, berharap sistem informasi yang dimiliki BNPB , yaitu InaRISK, dapat mendukung terintegrasinya sistem informasi pemantauan dan pengamanan maritim yang digagas pihaknya.

Sementara itu, Perencana Ahli Madya Robi Amri, dan salah satu anggota tim pengembang inaRISK Ridwan Yunus turut memberikan gambaran teknis sejarah pengembangan InaRISK serta kondisi capaian pengembangan hingga saat ini.

baca juga: Pemko Padang Akan Tutup Lokasi Karantina Rumah Nelayan, Ini Penyebabnya

"Setidaknya sudah ada 12 data dari berbagai kementerian-lembaga dan private sector yang telah terintegrasi dengan baik di inaRISK," ujar Robi.

Di sisi lain, Ridwan menyampaikan bahwa informasi terkait pengembangan integrasi inaRISK dengan data potensi risiko bencana global juga sudah mulai dilakukan bersama Global Center for Disaster Statistics (GCDS) dan United Nations Development Programme (UNDP).

baca juga: Wapres Sebut Ini Kunci Pemberantasan Narkoba

Tindak lanjut dari pembahasan kedua belah pihak yaitu pertemuan teknis secara simultan untuk segera mewujudkan keterpaduan sistem informasi dalam pengawasan dan pengendalian ancaman di wilayah laut Indonesia.

"Pengawasan tanah dan air dari ancaman bencana memang perlu dilakukan sebagai wujud dari upaya melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia," tutup Udrekh.

Editor: Eko Fajri