Disbud Sumbar Gelar Bimtek Pengamalan ABS-SBK, Gubernur: Falsafah ABS-SBK Harus Jadi Jati Diri Generasi Muda Minang

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Kadis Kebudayaan Gemala Ranti saat Bimtek di Agam
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Kadis Kebudayaan Gemala Ranti saat Bimtek di Agam (Istimewa)

AGAM, KLIKPOSITIF - Gubernur Mahyeldi Ansharullah mengatakan, membangun nilai-nilai falsafah Minangkabau dalam keseharian bagi generasi muda dapat dimulai dengan memperkuat nagari. Sebab nagari memiliki kemampuan merawat nilai-nilai Adat Basandi Syara'-Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK), Syara' Mangato Adaik Mamakai.

Hal itu disampaikannya saat membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengamalan ABS-SBK Bagi Generasi Milenial yang berasal dari Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi di Hotel Sakura Syariah Lubuk Basung, Jumat (9/7) malam. Bimtek itu berlangsung empat hari dari 9 hingga 12 Juli 2021.

baca juga: Gubernur Sebut Lembaga dan Tokoh Adat Benteng Budaya

"Jika ingin menghadirkan ranah Minang yang baik, maka kuatkan nagari. Karena nagari memiliki keunggulan dalam menjaga nilai-nilai Keminangan," ujarnya.

Menurutnya, banyak tokoh-tokoh Minangkabau lahir dari pelosok nagari. Meski tinggal di nagari, pemikiran - pemikiran cendikiawan Minang tempo dulu jauh menembus batas nagari, bahkan Internasional.

baca juga: Wagub Sumbar Minta Para Orangtua Berikan Anak Izin Ikuti Vaksinasi

"Banyak ekonom, politikus, sastrawan, duta besar lahir di nagari, karena di nagari diajarkan bagaimana berkomunikasi, berdialog berdasarkan falsafah ABS-SBK,"ungkapnya.

Dijelaskannya, generasi muda Minangkabau harus bangga menjadi etnis Minang . Banyak faktor yang membuat bangga menjadi orang Minang , salah satunya cara menyikapi reformasi 1998.

baca juga: Gubernur Minta Pemda Tindaklanjuti UU Cipta Kerja untuk Percepatan Investasi

Ketika reformasi 1998 lalu, masyarakat Minang menyikapi itu dengan menghadirkan perda babaliak ka nagari, sampai sekarang perda itu menjadi acuan dalam pelaksanaan pemerintahan di Sumbar dengan agenda menguatkan nagari.

Persentase orang Minang , ulasnya, hanya 3 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Namun, kontribusi orang Minangkabau demikian besar untuk Indonesia, baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan.

baca juga: Gubernur Sumbar Minta Kendala Vaksinasi di Daerah Dipetakan

Karena itulah falsafah ABS-SBK yang menjadi jati diri orang Minangkabau harus melekat dalam pikiran dan keseharian generasi muda di Minangkabau. Sebagai upaya melekatkan itu, maka bimbingan teknis bagi generasi milenial terkait ABS-SBK perlu untuk dilakukan.

Dijelaskannya, adat dan budaya akan tetap terjaga ketika rasa memiliki sudah tertanam. Baik dalam pemikiran maupun dalam keseharian masyarakat, khususnya kaum milenial.

"Untuk itu, diharapkan kepada generasi milenial Minangkabau pelajari terus bagaimana karakter Minang sesungguhnya melalui pelatihan ini dan banggalah menjadi orang Minang ," ujarnya.

Sejak Dini

Nilai-nilai ABS-SBK harus diajarkan sejak dini kepada generasi muda . Sehingga, melekat dalam pikiran dan akhirnya menjadi perilaku dan karakter dalam keseharian.

"ABS-SBK itu harus melekat dalam pikiran dan sikap sehari-sehari, harus menjadi perilaku dan karakter. Jangan sampai nanti orang luar lebih minang pula dari kita. Kita harus bangga jadi orang minang ," pesan Buya kepada para peserta.

Tak lupa Buya Mahyeldi, juga memotivasi para peserta dengan fakta-fakta sejarah bahwa kontribusi orang Minang pada bangsa ini sangatlah besar dengan sumbangan pemikiran, perjuangan dan pengorbanan melalui sedikitnya 2 ribu tokoh nasional asal Minang yang mewarnai eksistensi bangsa ini.

"Jumlah orang Minang cuma tiga persen, tapi kontribusinya untuk bangsa ini paling besar melalui tidak kurang dari 2 ribu tokoh-tokoh nasional. Semua ini muncul dari pelestarian adat dan budaya di Nagari," terang Buya.

Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari ini diikuti 50 orang generasi milenial asal Agam dan Bukittinggi ini mengusung tema Peran Generasi Milenial Dalam Pelestarian Adat dan Budaya Minangkabau.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Gemala Ranti, dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini sesuai dengan tupoksi Dinas Kebudayaan dalam rangka percepatan pencapaian misi kedua Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar yaitu "Meningkatkan Tata Kehidupan Sosial Kemasyarakatan Berdasarkan Falsafah Adaik Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah."

"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman terhadap ABS-SBK dikalangan generasi muda di era globalisasi saat ini. Karena itu kita menghadirkan narasumber yang kompeten dibidangnya untuk menggali potensi generasi muda dan diakhir acara nanti peserta juga diminta menulis artikel tentang kebudayaan ," ujar Gemala Ranti.

Narasumber di antaranya Ismunandi Sofyan tentang potensi generasi muda Minang . Juga hadir Angku Yus Dt. Perpatiah, Mak Katik, serta akademisi Dr. Zainal Arifin dan Dalmenda Dt. Pamuntjak Alam.

Sementara itu, Bupati Agam, Andri Warman, mengapresiasi kegiatan bimtek ini karena selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Agam, diantaranya pengembangan potensi generasi muda dari sisi adat budaya dan juga agama .

"Ikuti bimtek dengan serius dan hasil bimtek ini akan jadi bekal Anda dimasa mendatang. Minimal bisa berpantun, tidak seperti saya, hidup lama di rantau, tak pandai berpantun," katanya berseloroh.

Kegiatan bimtek ini juga dilaksanakan mengikuti protokol kesehatan COVID-19 ketat. Tidak hanya penerapan 3M, tapi semua peserta juga divaksinasi dilokasi acara, sebelum kegiatan bimtek dimulai.

Editor: Joni Abdul Kasir