Dirut PDAM Padang Dipukul di Bandara Soetta

ilustrasi
ilustrasi (istimewa)

JAKARTA, KLIKPOSITIF -- Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ) Kota Padang, Muswendry Evytes diduga dipukul saat berada di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Provinsi Banten, Selasa 6 Desember 2016. Pelaku ini diketahui mantan jajaran pimpinan di PDAM Kota Padang yang berinisial AT.

Informasi yang dirangkum KLIKPOSITIF , insiden pemukulan tersebut terjadi saat Dirut PDAM ini berada di dalam satu pesawat dengan AT. Karena keduanya pernah sama-sama memimpin PDAM Kota Padang, korban pun berniat melakukan mengacungkan tangan untuk salam.

baca juga: Perumda Air Minum Kota Padang Raih Tiga Penghargaan Bergengsi pada Top Digital Awards 2020

Namun, bukannya diterima, korban malah mendapatkan pukulan di wajahnya dari AT. Akibatnya, korban mengalami luka lebam di bagian wajah akibat insiden tersebut. 

Mengetahui ada keributan, sejumlah warga yang saat itu berada di bandara berusaha melerai keduanya. AT pun langsung diamankan pihak otoritas bandara dan polisi. Sementara, korban yang tidak terima dengan perbuatan tersebut langsung melaporkan tindak pemukulan itu ke Polresta Bandara Soetta.

baca juga: Dituding Jadi Otak Pemukulan, Nikita Mirzani : Berita Sampah dan Receh Nggak Perlu

Saat dihubungi sejumlah wartawan, Muswendry Evytes membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, hal itu terjadi diduga karena ada salah paham antara keduanya. Namun, saat ini dia mengaku masih belum bisa memberikan keterangan secara detail karena berada di kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan.

"Sekarang saya masih menunggu hasil visumnya keluar, kemungkinan sekitar seminggu lagi. Saya juga berharap kasus ini bisa di disposisi-kan ke Padang," katanya.

baca juga: Ulah Pengendara Moge Keroyok TNI di Bukittinggi Bikin Geram DPR: Harus Diproses Hukum

Sementara, dihubungi terpisah, AT mengaku dialah orang yang dilaporkan oleh Dirut PDAM Padang tersebut. Mantan Direktur Umum ini mengatakan, aksi tersebut dilakukan hanya karena ingin meminta halnya, yakni permasalahan uang jasa produksi Direksi PDAM Kota Padang tahun 2014 lalu.

"Kalau berhutang ya harus dibayarlah. Saat ini saya sudah diproses dan dimintai keterangan oleh petugas terkait insiden tersebut," ucapnya ketika dihubungi Selasa petang.

baca juga: PDAM Pessel Dapat Hibah Pemasangan Sambungan Air Baru untuk 2.031 Masyarakat Berpenghasilan Rendah Tahun Ini

Namun, AT meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Padang, dalam hal ini adalah Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah untuk memberikan apa yang harusnya dia diterima.

"Saya hanya ingin dapat apa yang harus saya terima. Silakan tanyakan permasalahan ini ke Suloko (mantan Dirut PDAM Kota Padang) agar lebih jelas," paparnya. (*)

Penulis: Agusmanto