Ini Pemicu Aksi Pemukulan Terhadap Dirut PDAM Kota Padang di Bandara Soetta

ilustrasi
ilustrasi (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Mantan Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Padang, Suloko saat dihubungi Selasa 6 Desember 2016 menyayangkan kasus pemukulan yang dilakukan oleh mantan Dirum (Direktur Umum), AT terhadap Dirut PDAM yang baru di Bandara Soekarno Hatta (Soetta).

Menurutnya, aksi pemukulan itu dilakukan bukan tidak berdasar meskipun berujung ke proses hukum. Dia menilai bahwa tindak pemukulan yang dilakukan oleh AT ini merupakan akumulasi kekecewaan yang dirasakannya selama ini. Salah satunya adalah masalah pencopotan jabatan AT sebagai Dirum.

baca juga: Perumda Air Minum Kota Padang Raih Tiga Penghargaan Bergengsi pada Top Digital Awards 2020

"Saat itu beliau (AT, red) sempat menggugat Pemko Padang dan menang. Namun, keputusan hakim tidak juga digubris dan dieksekusi oleh Wali Kota Padang. Terkait uang jasa produksi yang harusnya diterima, hingga saat ini belum juga ada tanda akan dibayarkan. Mungkin itu yang saya lihat dan ini merupakan puncak kekecewaan dari saudara AT," jelas Suloko via sambungan telepon.

Dijelaskan Suloko, permasalahan uang jasa produksi tersebut sudah terjadi sejak tahun 2014 lalu. Dimana, saat itu Suloko, AT dan yang lainnya masih memimpin PDAM Kota Padang. Saat itu memang ada uang bagi hasil keuntungan kepada Direksi yang lama. Namun, belum sempat menerima uang tersebut, jajaran Direksi secara mendadak diganti oleh Wali Kota Padang.

baca juga: Dituding Jadi Otak Pemukulan, Nikita Mirzani : Berita Sampah dan Receh Nggak Perlu

Disinilah letak masalah itu. Setelah dilakukan pergantian Direksi, Dirut yang baru ini tidak mengambil langkah tegas terkait pemberian uang jasa produksi yang mencapai sekitar Rp12,3 miliar. Tapi, Direksi baru beralasan bahwa uang jasa produksi tersebut ada dibawah manajemen yang lama, padahal masih di kas PDAM Kota Padang.

"Dalam Perwako-nya sudah disebutkan juga, saya lupa nomor berapa. Ini sudah hampir dua tahun dan belum ada tanda-tanda akan diterima. Bahkan, kami juga belum diajak oleh direksi baru untuk membicarakan permasalahan yang berlarut ini," paparnya.

baca juga: Ulah Pengendara Moge Keroyok TNI di Bukittinggi Bikin Geram DPR: Harus Diproses Hukum

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ) Kota Padang, Muswendry Evytes diduga dipukul saat berada di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Provinsi Banten, Selasa 6 Desember 2016. Pelaku tersebut diketahui mantan jajaran pimpinan di PDAM Kota Padang yang berinisial AT.

Informasi yang dirangkum KLIKPOSITIF , insiden pemukulan tersebut terjadi saat Dirut PDAM ini berada di dalam satu pesawat dengan AT. Karena keduanya pernah sama-sama memimpin PDAM Kota Padang, korban pun berniat melakukan mengacungkan tangan untuk salam. Namun, bukannya diterima, korban malah mendapatkan pukulan di wajahnya dari AT. (*)

baca juga: PDAM Pessel Dapat Hibah Pemasangan Sambungan Air Baru untuk 2.031 Masyarakat Berpenghasilan Rendah Tahun Ini

Penulis: Agusmanto