Wali Kota Pariaman : Saya Tidak Mau Dengar Kepala OPD Mengatakan Tidak Ada Anggaran

Genius Umar
Genius Umar (media centre pariaman)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Wali Kota Pariaman Genius Umar instruksikan OPD di pemerintahanya untuk lebih kreatif dalam menjalankan tugas di tengah kurangnya anggaran karena pandemi.

Untuk diketahui, anggaran di setiap OPD Pariaman saat ini minim namun pemerintahan dan pembangunan harus terus berjalan ditengah pandemi yang belum tahu kapan akan berakhir ini.

baca juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, Pemko Pariaman Teken Mou Sekolah Penggerak dengan Kemedikbudristek

"Nah Karena itu, diperlukan langkah-langkah yang strategis dan inovatif dalam hal menjalankan kegiatan yang ada di OPD nya masing-masing, dengan memaksimalkan kemampuan yang ada," kata Genius Umar, Rabu 4 Agustus 2021.

Saya tidak mau mendengar, kata Genius lagi, jika Kepala OPD mengatakan tidak ada anggaran.

baca juga: 300 Orang Terdampak Pandemi di Pariaman Terima Zakat

"Selain itu, sebagai pimpinan di dinasnya, kadis harus kreatif mencari jalan keluarnya, dan dapat menyiasati hal ini, salah satunya bisa mencari dana dari APBN atau pihak swasta," tukasnya.

Dikatakan Genius, beberapa proyek pembangunan seperti program waterfront city banyak dibantu oleh pemerintah pusat, pembangunan Pasar Rakyat Kota Pariaman , dan beberapa DAK lain.

baca juga: Dua Atlet Kota Pariaman Ikuti PON XX di Papua

"Oleh sebab itu kepala OPD harus memiliki hubungan baik dengan pejabat di kementerian dan memiliki kemampuan lobi yang baik untuk mendapatkan program dari pemerintah pusat," sebutnya.

Lebih lanjut, Genius juga mengatakan solusi lainnya adalah semangat gotong royong (goro) harus kita busayakan kembali. Dengan melibatkan semua ASN dan semua lapisan masyarakat dan perangkat desa/kelurahan untuk menggiatkan kembali goro, ucapnya.

baca juga: Pemko Pariaman Kerjasama dengan Bank Nagari Luncurkan Program Kredit Pembiayaan Mudah dan Hemat

"Saat ini, setiap hari saya mengajak OPD untuk melaksanakan goro membenahi objek wisata, dimana dengan keterbatasan anggaran kita, dan akibat pandemi yang mengakibatkan lesunya pariwisata yang menjadi andalan daerah kita, goro ini akan menjadi sebuah kebiasaan yang harus kita pelihara," katanya.

Penulis: Rehasa | Editor: Haswandi